‘Kiamat’ Tahu-Tempe Ancam RI, Tandanya Sudah Terlihat

Jakarta, CNBC Indonesia РProdusen tahu dan tempe dalam beberapa waktu ini kesulitan mendapatkan stok kedelai di pasaran. Karena masalah ini, sekitar 50.000 produsen dilaporkan menghentikan produksinya. Sementara, sebanyak 500.000 pekerja di sektor ini diperkirakan juga ikut terdampak.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin mengatakan kelangkaan kedelai sudah terjadi selama 2 bulan. “Mulai langka di akhir November, Desember makin hilang,” katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (7/1/2024).

Aip mengatakan sebenarnya hampir setiap tahun harga kedelai merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun, masalah tahun ini berbeda karena stok kedelainya yang tidak ada. Dia menyebut kelangkaan ini baru sekali terjadi selama pemerintahan Presiden Jokowi.

“Tahun lalu kedelai tidak langka, tapi harganya naik gila-gilaan. Sekarang naiknya ga gila-gilaan, tapi ga ada, langka,” kata dia.

Aip mengatakan kelangkaan kedelai terjadi di banyak wilayah, bahkan di dKI Jakarta. Dia memperkirakan kelangkaan yang lebih parah terjadi di luar Pulau Jawa. “Jangankan di Jawa, DKI aja susah dia dapat, Banten, Yogya, Jateng, Jabar banyak teriak-teriak. Belum Kalimantan, Makassar, Aceh dan lain-lain,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga membantah terjadinya kelangkaan kedelai tersebut. Asosiasi pengimpor kedelai ini menyebut impor kacang-kacangan tersebut berjalan lancar. Pada November, kata dia, sebanyak 60 ribu ton sudah masuk Indonesia menggunakan kapal curah. Sementara 75 ribu ton lainnya datang menggunakan kontainer. Dia mengatakan kedelai tersebut juga sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

“Kedatangan pasokan kedelai ke Indonesia dengan menggunakan kapal curah, adalah 72 kmt pada tanggal 30 Desember 2023, dilanjutkan 110 kmt selama bulan Januari 2024,” kata Hidayatullah. https://asiafyas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*