Satu Suara Sangat Penting

Mahasiswa, Jangan Kampanye Golput!

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Herwyn JH Malonda. (Foto: Dok. Bawaslu)
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Herwyn JH Malonda. (Foto: Dok. Bawaslu)

RM.id  Rakyat Merdeka – Mahasiswa diimbau tidak golput pada Pemilu 2024. Mahasiswa juga diminta tidak kampanye golput. Satu suara dalam pesta demokrasi, itu sangat bermakna.

“Mahasiswa harus menggunakan hak suaranya dengan baik. Datang ke TPS tepat waktu. Pilih peserta pemilu sesuai dengan pilihan masing-masing,” ajak Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Herwyn JH Malonda dalam keterangannya, Senin (6/11/2023).

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu ini menilai, partisipasi maha­siswa dalam tahapan pesta demokrasi sangat dibutuhkan. Baik sebagai pemilih, maupun yang ikut terlibat menjadi bagian dari penyelenggara pemilu.

Mahasiswa bisa terlibat mulai dari pe­mutakhiran data pemilih, pemungutan suara hingga ke tahapan penghitungan suara.

“Bawaslu selalu melibatkan mahasiswa dalam melakukan kerja-kerja penga­wasan,” tuturnya.

Herwyn mengatakan, potensi pemilih muda pada Pemilu 2024 sangat tinggi. Dia merujuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemilih dari generasi Z dan milenial berjumlah 113.622.550 orang.

Terdiri dari 46.800.161 orang atau 22,85 persen pemilih merupakan gen­erasi Z. Sedangkan generasi milenial sebanyak 66.822.389 orang atau 33,60 persen. Total 56,45 persen dari jumlah DPT Pemilu 2024.

Ketua Bawaslu Barru, Sulawesi Selatan, Najemuddin mengimbau masyarakat tidak golput. Apalagi, mengajak atau mempengaruhi orang lain untuk golput pada saat pemilu. Sekelompok orang yang mengajak untuk golput ada pidan­anya.

Dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu, Pasal 515 bahwa mengajak orang lain untuk golput dapat dijerat pidana setelah memenuhi tiga un­sur standar dengan pidana 3 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 36 juta.

Dia mengatakan, mereka yang men­gajak golput dapat dipidana setelah me­menuhi tiga unsur atau syarat. Pertama, dengan sengaja menjanjikan atau mem­beri uang atau materil lainnya kepada pemilih agar tidak menggunakan hak pilihnya.

Kedua, dilakukan pada saat hari pe­mungutan suara (pencoblosan). Ketiga, merusak surat suara, sehingga surat suar­anya tidak sah atau tidak bisa dihitung.

“Jangan coba-coba mengintimidasi pemilih. Karena jika terbukti bersalah akan dipidana dan denda sesuai aturan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” imbuhnya.

Berdasarkan Pasal 531 UU Nomor 7 tahun 2017, setiap orang yang den­gan sengaja menggunakan kekerasan menghalangi seseorang untuk memi­lih, membuat kegaduhan, atau mencoba menggagalkan pemungutan suara maka akan dipidana paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

“Ini sanksinya luar biasa berat. Siapapun yang mencoba melakukan intimidasi terhadap pemilih pada saat pemungutan suara, bisa dijerat secara hukum,” tegasnya.

Pihaknya berharap, masyarakat pemilih di Barru agar tidak terpengaruh ajakan golput. Gunakanlah hak pilih dengan cerdas dan ikuti hati nurani.

“Karena suara Anda menentukan ke­berhasilan Pemilu 2024. Jangan golput dan pilihlah sesuai kata hati, karena kita bebas memilih tanpa ada intimidasi di dalamnya,” tutupnya.https://kreditmacet.com/wp-admin/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*